oleh

Soal Sisa Anggaran Pemberian Insentif 2018 dan Diduga Dianggarkan Di APBD-P, Pemda Masih Bungkam

– Terkait Slip Setoran Ke Rekening Bupati Ir. H. Mian

Bengkulu Utara – Mencuatnya kepublik, terkait dugaan slip setoran ke Rekening Bupati Ir.H.Mian melalui Bank Bengkulu senilai Rp. 109 juta pada tanggal 21 Desember 2018 oleh Bendahara Bapenda Bengkulu Utara untuk pemberian insentif pemungutan pajak tahun 2018 yang sempat menghebohkan ditahun 2019 hingga sampai saat ini masih menjadi misteri dan tanda tanya bagi publik.

Pasalnya, hingga sampai saat ini terkait mengenai sisa anggaran pemberian insentif tahun 2018 dan diduga dianggarkan didalam APBD-P pada tahun 2018, pemerintah daerah (PEMDA) Bengkulu Utara masih bungkam mengenai hal ini.

Bahkan hingga berita ini diterbitkan, Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian sebagai penerima insentif dari pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tahun 2018 masih belum bisa dimintai klarifikasinya, begitu juga dengan pihak terkait.

Sebelumnya, Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 9/E.2/Bapenda/2018 tentang penetapan penerima dan besaran insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten Bengkulu Utara tahun 2018 pada diktum keempat menjelaskan untuk pemberian insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah dapat dibayarkan apabila mencapai kinerja tertentu dan dibayarkan setiap triwulan pada awal triwulan berikutnya. Hal tersebut sesuai dengan PP nomor 69 tahun 2010.

Bila, mengikuti acuan diatas, untuk anggaran belanja pemberian insentif pemungutan pajak ditahun 2018 dianggarkan didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut didasarkan untuk pemberian insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah apabila mencapai target kinerja tertentu dibayarkan pada setiap triwulan pada awal triwulan berikutnya.

Namun, apabila hal tersebut dianggarkan didalam APBD-P ditahun 2018, jika pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah tercapai pada triwulan I dan II untuk pembayaran insentif pemungut pajak menggunakan anggaran yang berasal dari mana? Hal ini menjadi tanda tanya baru.

Informasi yang dihimpun awak media ini, untuk anggaran belanja pemberian insentif pemungutan pajak ditahun 2018 diduga dianggarkan didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) sebesar Rp. 669.613.646,00. Berdasarkan data, pemberian insentif pemungutan pajak Bengkulu Utara tahun 2018 yang diberikan oleh pihak Bapenda Bengkulu Utara melalui Bendahara Bapenda kepada Bupati Ir. H. Mian sebesar Rp. 109.691.258 sedangkan Wakil Bupati Bengkulu Utara menerima sebesar Rp. 47.010.540.

Bila ditotalkan pemberian insentif untuk Bupati dan wakil Bupati Bengkulu Utara sebesar Rp. 156.701.798. Sehingga sisa anggaran untuk pemberian insentif tersebut berjumlah Rp. 512.911.842. Hal ini masih menjadi pertanyaan. Kemana sisa anggaran pemberian insentif tersebut.

Dari pengakuan mantan Plt. Kepala Bapenda, M. Sibarani, kepada awak media ini beberapa waktu yang lalu, mengakui untuk belanja pemberian insentif pemungutan pajak ditahun 2019 dianggarkan dalam APBD-P. Namun, hal tersebut tidak terealisasikan. (Eren)

Komentar

News Feed