oleh

Besok, Relawan Pemenangan Kolom Kosong Bengkulu Utara Bakal Terbentuk

Bengkulu Utara – Meski hanya ada satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Mian-Arie yang merupakan petahana akan menghadapi kolom atau kotak kosong di Pilkada Bengkulu Utara 9 Desember mendatang, tak bakal bisa melenggang begitu saja untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara periode berikutnya dan dipastikan bakalan seru.

Pasalnya, untuk melenggang menjadi orang nomor 1 dan 2 Bengkulu Utara, balon petahana harus meraih suara 50%+1 dari total suara sah. Bahkan, isu gerakan Relawan tim kolom kosong pada pilkada serentak 9 Desember 2020, kabupaten Bengkulu Utara, sudah sampai di pelosok – pelosok desa yang ada di Bengkulu Utara.

Panitia formatur pembentukan pengurus tim relawan kolom kosong dengan lima partai politik yaitu partai Perindo, Berkarya, Demokrat, Garuda, dan PSI, mengundang dan mengajak para relawan dan simpatisan kolom kosong untuk bersama-sama membentuk struktur pengurus tingkat kabupaten Bengkulu Utara, pada hari Kamis 17 September 2020 di Sekretariat Partai Bekarya Bengkulu Utara jalan lintas Desa Gunung Selan kecamatan Arga Makmur.

“Pada dasarnya acara besok itu silaturahmi dengan para simpatisan kolom kosong, sekalian bila memang memungkinkan langsung pembentukan relawan pemenangan kolom kosong. Acara ini terbuka untuk umum dan Siapa pun boleh untuk hadir dalam acara ini,” ujar Ketua Tim Pormatur Relawan pemenangan kolom Kosong Kabupaten Bengkulu Utara Asmadi R Lee, Rabu (16/09/2020).

Menurut Asmadi R Lee yang juga merupakan ketua partai Perindo Kabupaten Bengkulu Utara, yang dilakukan oleh pihaknya, bukan sebagai kampanye golput, melainkan menyuarakan kepada masyarakat untuk memilih. Gerakan relawan kolom kosong adalah perwujudan aspirasi masyarakat Bengkulu Utara.

“Yang kita lakukan ini bukan sebagai kampanye golput, melainkan menyuarakan kepada masyarakat untuk memilih. Karena kenapa kalau golput itu tidak begitu memberi koreksi. Saya pikir, kalau tidak ada penyeimbang, itu tidak sehat untuk demokrasi. Saya mendorong kotak kosong dalam konteks seperti itu. Jadi ada pihak yang mengkritisi dalam konteks demokrasi, Demokrasi itu adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Saya rasa beda pilihan itu hal yang biasa dalam demokrasi. Saya juga berharap kepada para simpatisan yang hadir besok jangan lupa pakai masker dan tetap ikuti protokuler kesehatan,” tutup Asmadi. (Eren)

Komentar

News Feed