oleh

Pengurus Senior PDIP Bengkulu Utara Dukung Penuh Kolom Kosong

Bengkulu Utara – Sebelum adanya seleksi Pemilihan pasangan calon Bupati – Wakil Bupati Bengkulu Utara, terdapat isu bahwa Ketua DPC PDIP Bengkulu Utara, akan merombak semua pengurus mulai dari struktur DPC Bengkulu Utara itu sendiri, hingga ketingkat pengurus Pimpinan Anak Cabang kecamatan, tanpa mengunakan prosedural sistem partai.

Banyak kalangan senior pengurus partai PDIP Bengkulu Utara akan di singkirkan Ir. Mian, dari pengurus dalam wilayah Bengkulu Utara. Namun hingga hari ini, Surat Keputusan (SK) Pengurus Sah, PAC partai PDIP Bengkulu Utara, Belum di cabut pihak DPD dan DPP. Artinya secara tidak langsung para senior masih sah sebagai pengurus partai.

Diduga Karena memiliki jabatan dan uang, Ir. Mian selaku Bupati dan juga ketua DPC PDIP Bengkulu Utara, seakan terkesan memaksakan kehendak untuk mengantikan pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP, di tingkat kecamatan se-Bengkulu Utara, Tanpa menggunakan prosedural yang benar, untuk merekomendasikan orang – orangnya, demi politik terselubung. Masalah ini berimbas terhadap dukungan pasangan tunggal petahana yang akan Berhadapan dengan KOLOM KOSONG alias “Koko Tak Bong” pada pilkada 9 Desember 2020, ini.

Pengurus Senior PDIP Bengkulu Utara, Toni yang juga ketua PAC PDIP Kecamatan Lais mengungkapkan, struktur PAC PDIP yang ada saat ini, sudah amburadul alias tidak jelas lagi. Akibat itu la Tim kemenangan calon Petahana amburadul dan tidak bersatu lagi untuk memenangkan Petahana (Mian-Arie).

“Bukti sangking Pelit (kisit) dan tidak percaya dengan pihak lain, lihat saja pada susunan pengurus Tim Kampanye dan Tim penghubung Calon. Ketua tim yang terdaftar di KPU saja satu partai dengan paslon, apa salahnya di rekomendasikan dari partai Golkar atau partai Gerindra yang ikut di dalam kualisi partai Pengusung Calon,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, bila seharusnya calon jangan memerlukan orang ketika ingin jabatan atau kekuasaan saja, begitu dapat kekuasaan atau jabatan, orang – orang tersebut di tinggalkan, serta mencari orang-orang baru sebagai korban berikutnya.

“Kami meyakini beberapa pihak pengurus atau personil partai Pengusung yang ada di pihak calon Petahana saat ini tidak sepenuhnya mendukung Calon Petahana tersebut. Termasuk Beberapa pihak pengurus partai PDIP yang ada di Bengkulu Utara, sudah jelas tidak mendukung lagi calon petahana (Mian-Arie). Di Pilkada serentak 9 Desember tahun 2020 ini, kita bersama – sama mencoba mendukung penuh Tim relawan Demokrasi KOLOM KOSONG. Untuk menyadari masyarakat pemilih yang memiliki hak pilih agar tidak Golput maka secara bersama kita sosialisasi ke lapangan. Kita juga berharap kepada masyarakat jangan terpengaruh dengan Royalitas pasangan Calon saat ini, baik itu di acara pesta maupun keramaian lainnya, menjelang pilkada ini, sebab ada tujuan untuk kepentingan pribadi pasangan Calon itu sendiri. Jika peduli dengan masyarakat mengapa tidak dari awal menjabat. Jangan pada saat ingin menjabat kembali, berpura-pura peduli dan royal menghadiri berbagai acara masyarakat. Kemana dan di mana selama ini,” tutupnya. (Eren)

Komentar

News Feed