Nicola Coughlan, yang dikenal luas karena perannya sebagai Penelope Featherington di Netflix “Bridgerton,” telah membuat pernyataan berani dalam menanggapi para pelaku body shamer. Dalam wawancara baru-baru ini dengan majalah Stylist, Coughlan mengungkapkan bagaimana dia mengendalikan narasinya dengan meminta lebih banyak ketelanjangan dalam adegannya dengan lawan mainnya Luke Newton di Musim 3. Langkah ini, katanya, adalah cara yang ampuh untuk mendapatkan kembali tubuh dan keheningannya. kritikus.

Keputusan Nicola Coughlan untuk memasukkan lebih banyak ketelanjangan dalam adegannya bukan hanya demi jalan cerita. Dia menyatakan kepada majalah Stylist bahwa pilihan ini adalah tindakan pembangkangan yang disengaja terhadap para penghina tubuh. Coughlan menyatakan, “Ada satu adegan di mana saya sangat telanjang di depan kamera, dan itu adalah ide saya, pilihan saya.” Pemberdayaan melalui visibilitas ini berfungsi sebagai pernyataan penting dalam perjuangan melawan rasa malu terhadap tubuh.

Aktris ini berbagi perasaannya tentang pemberdayaan dan keindahan selama syuting adegan intim ini. Dia menjelaskan, “Rasanya seperti ‘f–k you’ terbesar dari semua percakapan seputar tubuh saya; itu sangat memberdayakan.” Dengan menampilkan tubuhnya di platform publik, Coughlan memperjuangkan kepositifan tubuh dan mendorong orang lain untuk merasa percaya diri dengan dirinya sendiri.

Terlepas dari kepercayaan dirinya sekarang, perjalanan Coughlan untuk merasa nyaman dengan ketelanjangan di layar tidaklah instan. Dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times, dia menceritakan kengerian awalnya saat mencoba celana dalam tanpa tali yang dirancang sebagai pakaian pelindung. “Saya pergi ke kamar mandi dan melihat ke cermin berukuran penuh. Saya seperti, ‘Sama sekali tidak,’” kenangnya. Pengakuan jujur ​​ini menyoroti perjuangan nyata dan relevan yang dihadapi banyak orang terkait citra tubuh.

Coughlan juga memuji lawan mainnya Luke Newton karena membuat prosesnya lebih nyaman. Keduanya mengembangkan hubungan yang santai, yang membantu meredakan ketegangan saat syuting adegan tersebut. Dia dengan penuh kasih mengenang, “Di penghujung hari, kami berdua berbaring di bawah selimut, tidak berpakaian, hanya bersantai. Kami seperti, ‘Inilah sebabnya para nudis melakukannya.’”

Nicola Coughlan telah menjadi pendukung vokal menentang body shaming selama bertahun-tahun. Dia menggunakan platformnya untuk mengatasi dan membongkar komentar negatif tentang penampilannya. Dalam postingan Instagram tahun 2022, dia mendesak para kritikus untuk merahasiakan opininya, dengan menulis, “Jika Anda memiliki opini tentang tubuh saya, mohon jangan membagikannya kepada saya.” Permohonan kebaikan ini menggarisbawahi dampak pribadi yang dapat ditimbulkan oleh pengawasan publik.

Pesan Coughlan sangat jelas: walaupun figur publik bisa menjadi subyek opini publik, penting untuk diingat bahwa mereka adalah manusia terlebih dahulu. Penegasannya terhadap rasa hormat dan batasan adalah pengingat bahwa setiap orang berhak merasa aman dan diterima, baik online maupun offline.

Sikap berani Nicola Coughlan melawan body shaming melalui perannya dalam “Bridgerton” Musim 3 adalah bukti kuat akan cinta diri dan ketahanan. Dengan memaksakan adegan telanjang, dia tidak hanya mendapatkan kembali tubuhnya tetapi juga memberikan contoh inspiratif bagi orang lain yang menghadapi kritik serupa. Saat “Bridgerton” terus memikat penonton, tindakan Coughlan pasti akan bergema, mendorong penonton untuk merangkul tubuh mereka dan melawan hal-hal negatif.

Fuente