Tragedi lain di Mediterania setelah kapal yang membawa migran tenggelam (Gambar: Penjaga Pantai Italia/AP)

Setidaknya 11 orang tewas dan lainnya hilang setelah dua kapal karam yang membawa migran di lepas pantai Italia.

Hal ini terjadi setelah sebuah toko penyelamat yang dijalankan oleh kelompok bantuan Jerman bergegas membantu 51 orang, yang diduga migran, setelah kapal mereka mengalami masalah di dekat pulau Lampedusa.

Dua orang yang diselamatkan tidak sadarkan diri sementara sepuluh mayat ditemukan terjebak di dek bawah kapal kayu. Berita Langit laporan mengutip grup REQSHIP.

Para migran tersebut berasal dari Suriah, Mesir, Pakistan dan Bangladesh, kata badan-badan PBB dalam pernyataan bersama.

Perahu REQSHIP bernama Nadir sedang menarik perahu kayu menuju Lampedusa dengan jenazah almarhum terperangkap di dalamnya, Reuters dikatakan.

12 orang yang selamat dibawa ke kota pelabuhan Roccella Ionica di Italia (Gambar: Penjaga Pantai Italia/AP)

Kapal lain tenggelam sekitar 125 mil sebelah timur wilayah Calabria di Italia selatan setelah terbakar dan terbalik pada hari Minggu.

Kapal tersebut berangkat dari Turki delapan hari sebelumnya dalam perjalanan yang melelahkan melintasi Mediterania, menurut outlet tersebut yang mengutip badan-badan PBB.

Satu orang tewas dan pencarian di daerah tersebut diluncurkan setelah penyelamatan 12 orang, kata penjaga pantai Italia di X (sebelumnya Twitter).

Namun 64 orang hilang di laut, menurut penjaga pantai.

Dalam postingannya pada hari Senin, disebutkan: ‘Sejak tadi malam Penjaga Pantai telah terlibat dalam pencarian orang hilang, menyusul karamnya sebuah kapal layar yang membawa migran di dalamnya, yang kemungkinan meninggalkan Turki.’

Para migran yang terlibat dalam kecelakaan kapal kedua berasal dari Iran, Suriah dan Irak.

Jalur laut melintasi Mediterania adalah salah satu jalur paling mematikan yang harus dilintasi para migran.

Jumlah nyawa yang hilang di Mediterania telah meningkat dari 2.048 pada tahun 2021 menjadi 3.041 pada akhir tahun lalu, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Hubungi tim berita kami dengan mengirim email kepada kami di webnews@metro.co.uk.

Untuk lebih banyak cerita seperti ini, periksa halaman berita kami.



Fuente