Polisi telah mengidentifikasi dua korban tewas dalam penembakan di dalam ruang kantor di lingkungan North York, Toronto.

Baku tembak terjadi di lobi gedung dekat jalan Don Mills dan Mallard, di selatan York Mills Road, pada hari Senin tak lama setelah pukul 15.30.

Tersangka pria bersenjata, bersama seorang pria dan seorang wanita, ditemukan tewas di gedung tersebut tak lama setelah kedatangan polisi, kata penyelidik kepada wartawan, Senin.

Polisi mengidentifikasi para korban sebagai warga Toronto berusia 54 tahun Arash Missaghi dan warga Concord berusia 44 tahun Samira Yousefi dalam rilisnya pada hari Selasa.

Sumber sebelumnya mengatakan kepada CP24 bahwa pasangan tersebut adalah salah satu pemilik bisnis tersebut.

Korban ketiga adalah seorang pria berusia 46 tahun yang diyakini bertanggung jawab atas penembakan tersebut, kata polisi. Petugas tidak menyebutkan nama tersangka.

Penyelidik telah merilis sedikit rincian tentang apa yang terjadi tetapi sebelumnya mengatakan bahwa pertengkaran terjadi dalam “semacam transaksi keuangan” bisnis.

Jon Burnside, anggota dewan kota setempat, mengunjungi lokasi kejadian pada hari Selasa, mencatat meningkatnya rasa keprihatinan di lingkungannya ketika warga mencoba memahami apa yang terjadi.

“Kekerasan tampaknya terjadi di setiap komunitas, tampaknya terjadi secara acak,” kata Burnside.

“Ini hanya membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.”

Northmount School di dekatnya, sebuah sekolah Katolik khusus laki-laki independen yang terletak di sebelah lokasi penembakan, sempat dikunci pada Senin sore, bersama dengan St. George Mini School & Infant Care, sebuah fasilitas penitipan anak yang beroperasi di dekatnya. bangunan.

Kamera menangkap beberapa anak kecil dari tempat penitipan anak yang sedang didorong keluar dengan tempat tidur bayi dan berkumpul kembali dengan orang tua dan wali mereka setelah perintah lockdown dicabut.

Walikota Toronto Olivia Chow mengatakan bahwa anggota tim Program Tanggap Krisis Komunitas akan berada di lokasi untuk memberikan dukungan kepada masyarakat di lingkungan tersebut.


Dengan file dari Joanna Lavoie dari CP24

Fuente