Mbappe selanjutnya akan segera diperkenalkan sebagai pemain Real Madrid

Bintang depan Kylian Mbappe memberikan komentar pedas tentang penampilan Prancis saat melawan Spanyol dan mengatakan itu adalah kegagalan dan juga menyalahkan dirinya sendiri atas kekalahan itu karena tidak dalam performa terbaiknya. Mbappe yang selalu bersinar di turnamen besar belum tampil di Euro.

Pemain depan ini tidak pernah mencetak gol di Euro hingga penaltinya melawan Polandia, tetapi bintang yang akan bergabung dengan Real Madrid ini tidak memiliki pengaruh di turnamen ini karena tidak berhasil melakukannya. Pemain depan ini pertama kali bermain di kompetisi besar pada tahun 2018 ketika ia tiba di Piala Dunia dan menjadi pusat perhatian di kompetisi tersebut.

Ia memimpin Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 di usianya yang baru 18 tahun dan mencetak empat gol saat Les Bleus menjuarai kompetisi tersebut setelah 20 tahun. Ia tampil gemilang di kompetisi tersebut dan dunia akhirnya bisa menyaksikan besarnya bakat yang dimiliki Mbappe.

Ia kembali tampil mengesankan di Piala Dunia 2022 dengan menjadi pencetak gol terbanyak dan mencetak dua gol untuk memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti melawan Argentina, di mana mereka kalah. Namun mengapa Mbappe tidak mampu mengulang penampilannya di Piala Dunia di ajang Euro?

Pada Euro 2020, harapan besar disematkan kepada Mbappe untuk membawa Prancis menjadi juara, tetapi sang penyerang gagal tampil di turnamen tersebut dan gagal mengeksekusi penalti penting melawan Swiss di babak 16 besar, yang mengakibatkan tersingkirnya Les Bleus.

Dan kini Euro lainnya menemui kegagalan bagi Mbappe yang berhasil membuka rekening golnya di kompetisi tersebut namun hanya menjadi tokoh pinggiran dan belum memberikan pengaruh apa pun.

Menyusul kekalahan mereka terhadap Spanyol di semifinal, Mbappe menggambarkan kompetisi ini sebagai kegagalan dan juga menerima kesalahannya, dengan mengatakan:

“Dalam sepak bola, Anda bagus atau tidak bagus. Saya tidak bagus”.

“Euro saya gagal”.

“Saya ingin menjadi juara Eropa… Sekarang saya akan pergi berlibur, saya akan beristirahat dengan baik, itu akan sangat bermanfaat bagi saya, kemudian saya akan bersiap untuk memulai hidup baru. Masih banyak yang harus dilakukan”.

Kekecewaan Mbappe wajar saja karena ia sadar bahwa ia tidak memberikan dampak bagi tim nasionalnya yang hanya mengandalkan keberuntungan hingga babak semifinal. Prancis hanya mampu mencetak dua gol, dan melihatnya dari tim yang memiliki lini serang berkualitas tinggi sungguh mengkhawatirkan.

Performa buruk Prancis bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti cara Didier Deschamps mengatur tim di semua pertandingan. Mbappe tidak bisa memberikan banyak kerusakan dengan kecepatan dan kemampuannya menggiring bola dan di setiap pertandingan ia tampak terisolasi hampir sepanjang waktu.

Ia nyaris tak mendapat dukungan dari lini tengah saat Deschamps merotasi lini tengahnya, tetapi tidak dapat menemukan dinamika yang tepat. Bagi tim seperti Prancis, itu jelas merupakan kegagalan dan Mbappe yang akan memulai perjalanan barunya di klub baru akan berusaha bangkit dari kekalahan dan memulai hidup baru di klub baru.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti Khel Now di IndonesiaBahasa Indonesia: TwitterDan Instagram; unduh Khel Sekarang Aplikasi Android atau Aplikasi IOS dan bergabunglah dengan komunitas kami di Telegram.





Source link