Konten artikel

Beberapa karyawan yang terlibat dalam kematian seorang pria kulit hitam yang terjepit ke tanah di luar Hyatt Regency di Milwaukee telah dipecat, kata perusahaan yang mengelola hotel tersebut.

Iklan 2

Konten artikel

Anggota keluarga D’Vontaye Mitchell dan pengacara mereka meninjau rekaman pengawasan hotel yang disediakan pada hari Rabu oleh kantor Kejaksaan Distrik Milwaukee County dan menggambarkan melihat Mitchell dikejar ke dalam hotel oleh petugas keamanan dan kemudian diseret keluar tempat dia dipukuli.

“Perilaku yang kami lihat dari beberapa karyawan pada tanggal 30 Juni melanggar kebijakan dan prosedur kami, dan tidak mencerminkan nilai-nilai kami sebagai sebuah organisasi atau perilaku yang kami harapkan dari karyawan kami,” kata juru bicara Aimbridge Hospitality dalam sebuah email. “Setelah meninjau tindakan mereka, pekerjaan mereka telah dihentikan. Kami akan melanjutkan penyelidikan independen kami dan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung penegak hukum dalam penyelidikan mereka terhadap insiden tragis ini.”

Konten artikel

Iklan 3

Konten artikel

Juru bicara itu tidak mengatakan berapa banyak karyawan yang dipecat atau apa posisi mereka.

Mitchell, 43, ditahan dalam posisi tengkurap di luar hotel, demikian dilaporkan media. Polisi mengatakan ia memasuki hotel, membuat keributan, dan berkelahi dengan para penjaga saat mereka mengawalnya keluar.

Kantor pemeriksa medis mengatakan penyebab awal kematian adalah pembunuhan, tetapi penyebabnya masih dalam penyelidikan. Sejauh ini belum ada yang didakwa secara pidana.

Kantor kejaksaan distrik mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya dan penyidik ​​polisi sedang menunggu hasil otopsi lengkap dan bahwa kasus tersebut sedang ditinjau sebagai pembunuhan.

VIDEO YANG DIREKOMENDASIKAN

Memuat...

Kami mohon maaf, tetapi video ini gagal dimuat.

Upacara pemakaman Mitchell dijadwalkan pada hari Kamis. Pendeta Al Sharpton dijadwalkan menyampaikan pidato penghormatan terakhir. Sharpton adalah aktivis dan pemimpin lama yang bertugas di Komisi Hak Sipil AS.

Iklan 4

Konten artikel

Tidak jelas mengapa Mitchell ada di hotel atau apa yang terjadi sebelum para penjaga menjatuhkannya.

DeAsia Harmon, janda Mitchell, menggambarkan apa yang ia lihat di rekaman kamera pengawas sebagai “menjijikkan.” Harmon mengatakan rekaman itu memperlihatkan Mitchell yang berdarah-darah diseret keluar hotel.

“Hal itu membuat saya mual,” kata Harmon dalam konferensi pers hari Rabu. “Ia berlari menyelamatkan diri. Ia berusaha pergi. Ia berkata ‘Saya akan pergi,’ dan mereka tidak membiarkannya pergi.”

Pengacara hak sipil ternama Ben Crump merupakan bagian dari tim hukum yang mewakili keluarga Mitchell. Crump mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki surat pernyataan yang ditandatangani oleh seorang karyawan hotel yang mengatakan bahwa seorang petugas keamanan memukul Mitchell dengan tongkat dan bahwa Mitchell tidak menimbulkan ancaman saat ia terjatuh. Pekerja tersebut mengatakan bahwa seorang petugas keamanan memerintahkan dia dan seorang pelayan untuk membantu menahan Mitchell, kata Crump.

Crump juga mewakili keluarga George Floyd, yang dibunuh pada bulan Mei 2020 oleh seorang polisi kulit putih di Minneapolis. Kematian Floyd memicu protes di seluruh dunia terhadap kekerasan rasial dan kebrutalan polisi.

Kematian Mitchell terjadi saat Milwaukee sedang mempersiapkan diri untuk dimulainya Konvensi Nasional Partai Republik pada hari Senin dan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan seputar protes politik.

Konten artikel

Fuente