Kamis, 11 Juli 2024 – 20:16 WIB

Jakarta – Seiring dengan keinginan Pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), banyak cara yang telah dilakukan seperti mendorong kehadiran kendaraan listrik, pengembangan biofuel, dan lainnya.

Baca Juga:

Investasi Kendaraan Ramah Lingkungan Terancam Akibat BBM Tak Berstandar Euro 4

Adapun Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian melihat bahwa salah satu kendaraan ramah lingkungan EREV (Kendaraan Listrik Jangkauan Jauh) bisa menjadi salah satu cara untuk tidak impor bahan bakar minyak lagi.

Diketahui, EREV ini memiliki cara kerja yang mirip dengan mobil Hybrid namun menggunakan baterai isi ulang, sebagai sumber tenaga dan kendaraan jenis ini bisa dipadukan dengan Biofuel.

Baca Juga:

Beda dengan Luhut, Airlangga Tegaskan Pembelian BBM Subsidi Tak Dibatasi Mulai 17 Agustus 2024

“Saat ini kan kita memang memiliki bahan bakar biofuel, sehingga migrasi dari bensin ke biofuel. Ini adalah kekayaan kita, menjadi pengubah permainan,” kata Putu Juli Ardika selaku Plt Direktur Jenderal ILMATE dikutip VIVA Otomotif di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Bahasa Indonesia:

Baca Juga:

Beri Relaksasi Fiskal, Bea Cukai Dukung Pelaksanaan Kompetisi Sheel Eco Marathon di Lombok

Putu menambahkan bila melihat dari peta jalan yang paling potensial mesin fleksibel dikombinasikan dengan EREV.

EREV sendiri sebenarnya belum hadir di pasar Indonesia, namun Pemerintah meyakini kehadiran kendaraan ini bisa menutup peluang negara dalam impor bahan bakar.

Lebih lanjut, Putu mengatakan bahwa kebijakan pendukung dari Pemerintah bisa membuat para pabrikan menghadirkan lebih banyak kendaraan ramah lingkungan untuk konsumen.

Salah satu kebijakan yang bisa dilakukan Pemerintah, kata Putu adalah pemberian pajak rendah untuk kendaraan ramah lingkungan.

“Kita lihat di Thailand sendiri sudah menyediakan pajak rendah untuk kendaraan ramah lingkungan. Sedangkan Indonesia masih tinggi sebesar 23-33 persen,” tuturnya.

Putu pun mengungkapkan bahwa kendaraan ramah lingkungan ini cukup banyak di Indonesia, Maka dari itu, ini bisa menjadi inisiatif baru untuk meningkatkan produksi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.

“Kita sebenarnya cukup dibanjiri oleh kendaraan rendah emisi. Semestinya kita bisa mendorong ini menjadi suatu inisiatif yang baru untuk meningkatkan produksi dan menjadikan Indonesia sebagai gudang, basis produksi,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut, Putu mengatakan bahwa kebijakan pendukung dari Pemerintah bisa membuat para pabrikan menghadirkan lebih banyak kendaraan ramah lingkungan untuk konsumen.

Halaman Selanjutnya



Fuente