Rabu, 10 Juli 2024 – 11:10 WIB

HIDUP – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jakarta, Joko Agus Setyono mengatakan Jakarta membutuhkan anggaran sebesar Rp 600 triliun untuk menjadi kota global. Namun, ia mengaku kini anggaran berdasarkan APBD Jakarta hanya Rp 80 sampai 84 triliun.

Baca Juga:

Siap-siap KJP Plus Tahap I Gelombang Dua Cair Sebentar Lagi

Legislator fraksi Partai Nasdem, Wibi Andrino mengatakan perbedaan dana anggaran yang cukup jauh itu tak cukup untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota global di dunia. Ia menilai perlu ada sumber pendapatan lain untuk menutupi target yang kurang tersebut.

“Gap yang jauh itu tentu Jakarta tidak bisa berharap dari APBD saja, perlu pembahasan yang mendetail dari mana sumber pendapatan lain ya untuk menutupi target kota Jakarta sebagai kota global,” kata Wibi saat dihubungi, Rabu, 10 Juli 2024.

Baca Juga:

Sekda Joko Sebut Jakarta Butuh Rp 600 Triliun untuk Jadi Kota Global

Anggota Komisi C DPRD Jakarta itu pun mengaku pihaknya belum mendapatkan penjelasan secara rinci terkait anggaran Rp 600 triliun untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global. Ia berharap agar Pemprov Jakarta segera menjelaskan persoalan tersebut.

Bahasa Indonesia:

Monumen Nasional (Monas) ikon Daerah Khusus Jakarta atau DKJ.

Baca Juga:

Sukseskan Pilkada 2024, Mendagri Imbau Pemda di Wilayah Sumatera Segera Realisasikan NPHD

“Dengan apa yang disampaikan pak Sekda dalam acara bersama Kemendagri, tapi kami DPRD DKI Jakarta belum diberikan paparan lengkapnya Rp 600 triliun itu komponen apa saja, saya rasa perlu segera dijelaskan oleh Pemprov,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jakarta, Joko Agus Setyono mengatakan Jakarta membutuhkan anggaran sebesar Rp 600 triliun untuk menjadi kota global.

Sekda Joko mengaku mendapatkan besaran anggaran itu melalui kalkulasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

“Ada beberapa hal yang memang menurut kami kalau Jakarta dituntut menjadi kota global, tentunya memerlukan anggaran yang cukup besar. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta telah mengkalkulasi atau menghitung sebenarnya kebutuhan kita untuk bisa setara dengan kota-kota global lainnya di dunia membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 triliun,” kata Joko acara Rapat Supervisi Kinerja Penyelenggara Otonomi Khusus Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dikutip dari kanal YouTube, Selasa, 9 Juli 2024.

Di sisi lain, Sekda Joko mengatakan bahwa Kota Jakarta hanya memiliki ABPD sekitar Rp 80 sampai 84 triliun. Ia menilai anggaran tersebut sangat kurang jika menginginkan Jakarta bisa setara dengan kota global di dunia.

“APBD DKI Jakarta saat ini berkisar antara Rp 80-84 triliun. Kalau kita melihat ke dalam lagi, postur APBD kita untuk belanja bantuan sosial sudah mencapai hampir 30 persen, belanja pegawai sudah mencapai 34 persen, belanja modal kita berupaya untuk bisa meningkatkan menjadi 19 persen,” katanya.

Sekda Joko menjelaskan bahwa kekurangan dana anggaran itu bakal diupayakan dari alokasi belanja modal. Sejatinya, kata dia, pihak Pemerintah Provinsi Jakarta terus bersinergi dengan DPRD Jakarta untuk mewujudkan cita-cita Jakarta menjadi kota global.

“Nah, gap antara kebutuhan antara anggaran dari Rp 600 triliun kita topang dengan anggaran belanja modal yang sekarang ini hanya sekitar 19 persen. Masih jauh dari apa yang harus kita siapkan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta, yang selalu bersinergi dengan DPRD DKI Jakarta, berupaya bagaimana melakukan efisiensi anggaran di setiap sektor agar cita-cita menjadi kota global itu bisa terwujud,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Sekda Joko mengaku mendapatkan besaran anggaran itu melalui kalkulasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Halaman Selanjutnya



Fuente