Rabu, 10 Juli 2024 – 14:44 WIB

Kupang – Setelah menang pileg 2024, PDI Perjuangan (PDIP) menarget juga untuk dapat memenangkan pilkada serentak 2024 di sejumlah daerah termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Gerindra Sebut Ahmad Luthfi dan Kaesang Sama Kuat di Jateng, Bakal Dibahas dalam Koalisi

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDIP, Adian Napitupulu menyampaikan beberapa hal untuk memotivasi para kader saat Rapat Kerja Daerah DPD PDIP Nusa Tenggara Timur di Kupang, Rabu, 10 Juli 2024. Di Rakerda hari ini, PDIP mengumumkan anggota DPR Ansy Lema diusung jadi bakal calon Gubernur NTT.

Bahasa Indonesia:

Rakerda DPD PDIP Nusa Tenggara Timur

Baca Juga:

KPK Sebut AKBP Rossa Sudah Kantongi Surat Perintah saat Geledah Rumah Tim Hukum PDIP

“Jadi kunci pemenangan pilkada serentak ini adalah semangat juang. Bergerak dan jangan banyak mengeluh dalam memenangkan pilkada. Kalau menderita, tertawakan penderitaan itu,” kata Adian.

Wakil Sekjen Bidang Komunikasi PDIP itu mengatakan intimidasi mungkin terjadi di pilkada serentak 2024. Namun, dia meyakinkan dari pengalaman Pemilu 2024, PDIP mampu melewati situasi yang sulit.

Baca Juga:

NasDem Resmi Usung Andra Soni-Dimyati Natakusumah di Pilgub Banten

“Kita pernah melewati yang paling sulit dan mampu bertahan hidup,” ujar Adian.

Sebagai inspirasi, dia menceritakan bagaimana perjuangan saat di masa Orde Baru menuju era Reformasi yang sangat berat. Kebetulan dirinya bersama Ansy Lema, bakal calon Gubernur NTT dari PDIP yang baru diumumkan hari ini, berjuang bersama meski beda dalam gaya pergerakan.

Saat itu, Adian memilih jalan keras dan sebaliknya Amsy Lema dengan pergerakan ahimsa. Namun mereka saling mengisi dalam pergerakan menumbangkan Orde Baru. Adian mengingatkan dalam pemilihan secara langsung dengan rumus sangat sederhana.

“Teori pemilih yang paling sederhana berpihaklah pada rakyat, maka rakyat akan berpihak kepada kamu, sesederhana itu sebenarnya. Sekarang bertarung langsung merebut suara rakyat,” ucap Adian.

Dalam kesempatan itu, Adian memaparkan sejumlah teknik berkomunikasi yang bisa dilakukan oleh calon dan kader PDIP dalam meyakinkan pemilih.

“Dengan narasi yang baik dan sanggup dimengerti oleh rakyat. Kadang kala kita ini mundur. Bahasa Inggrisnya lebih banyak sehingga rakyat tidak mengerti apa maksud kita-kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Herman Heri yang merupakan salah satu pengampu pilkada NTT dari PDIP, meminta agar keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mencalonkan Ansy Lema agar ditaati dan segera dilakukan konsolidasi di sejumlah wilayah.

“Keputusan DPP ini sebagaimana arahan Pak Sekjen untuk dipatuhi. Semua pengurus cabang agar segera berkonsolidasi,” kata Herman Heri.

Halaman Selanjutnya

Saat itu, Adian memilih jalan keras dan sebaliknya Amsy Lema dengan pergerakan ahimsa. Namun mereka saling mengisi dalam pergerakan menumbangkan Orde Baru. Adian mengingatkan dalam pemilihan secara langsung dengan rumus sangat sederhana.

Halaman Selanjutnya



Fuente